Seluruh Mahasiswa FIS UM wajib memperbarui nomor HP pada profil SIAKAD dengan nomor terbaru dan memeriksa kebenaran data pada http://forlap.dikti.go.id/

PEMANFAATAN DATA PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ZONASI DAN EVALUASI KERUSAKAN PERMUKIMAN AKIBAT GEMPA BUMI (KASUS GEMPA BUMI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TANGGAL 27 MEI 2006)

| September 25, 2014 | 0 Comments

PEMANFAATAN DATA PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ZONASI DAN EVALUASI KERUSAKAN PERMUKIMAN AKIBAT GEMPA BUMI (KASUS GEMPA BUMI DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TANGGAL 27 MEI 2006)

Purwanto

Jurusan Geografi, Fakultas Ilmu Sosial UM. Jl. Semarang 5 Malang

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah 1) mengkaji sejauh mana kemampuan data penginderaan jauh multi tingkat untuk mengekstrak parameter penentu tingkat kerentanan kerusakan permukiman akibat bencana alam gempa bumi di DIY; 2) mengevaluasi kerusakan permukiman akibat bencana alam gempa bumi dengan analisis Sistem Informasi Geografis di DIY. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penginderaan jauh dengan data multi tingkat dan di analisis dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data penginderaan jauh multi tingkat yang digunakan yaitu citra SRTM (Shuttle Radar Topography Misssion) dan citra Landsat ETM+. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah buffering dan overlay untuk zonasi dan evaluasi kerusakan permukiman. Hasil penelitian pada skala makro menunjukkan bahwa sesar dapat diidentifikasi dari citra SRTM dan citra Landsat ETM+. sedangkan sesar yang terdapat di bawah permukaan tidak dapat diidentifikasi. Kerusakan permukiman terparah terdapat pada zone I dengan jarak sesar 0 – 10 km dari sesar Opak dan Jiwo yang diasumsikan dengan luas wilayah 134681.4171 ha.

Kata kunci: penginderaan jauh, SIG, zonasi, evaluasi kerusakan permukiman, gempa bumi.

Artikel ini dimuat pada Jurnal Pendidikan Geografi, Tahun 18 Nomor 2, Juni 2013,  ISSN 0852-5426

Category: Karya Ilmiah Dosen

About the Author ()

Leave a Reply