Seluruh Mahasiswa FIS UM wajib memperbarui nomor HP pada profil SIAKAD dengan nomor terbaru dan memeriksa kebenaran data pada http://forlap.dikti.go.id/

PENGURANGAN RISIKO BENCANA LONGSOR MELALUI PEMETAAN ZONE RAWAN LONGSOR STUDI KASUS DI KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO PROVINSI JAWA TENGAH

| September 4, 2012 | 0 Comments

PENGURANGAN RISIKO BENCANA LONGSOR MELALUI PEMETAAN ZONE RAWAN LONGSOR STUDI KASUS DI KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO PROVINSI JAWA TENGAH

Syamsyl Bachri, Rajendra P. Shresta

Departement of Geography Faculty of Social Science, State University of Malang, Email: syam_geoum@yahoo.com

School of Environment, Resources and Development, Asian Institute of Technology Thailand, Email: rajendra@ait.ac.th

Abtrak: Longsor merupakan bencana yang sering terjadi di Indonesia terutama pada wilayah-wilayah yang mempunyai curah hujan tinggi dan kondisi lereng yang kurang stabil. Faktor-faktor pemicu terjadinya longsor yang berada di Kaligesing membuat daerah ini rawan terhadap bencana tanah longsor. Pemetaan daerah rawan terhadap bencana merupakan hal yang mutlak dilakukan dalam pengelolaan bencana. Pembuatan peta zone rawan longsor dalam penelitian ini merupakan langkah awal dalam rangka mengurangi risiko bencana tanah longsor di Kecamatan Kaligesing. Kombinasi Sistem Informasi Geografi (SIG) dan Analisis Hierarki Proses (AHP merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Faktor-faktor seperti bentuk lahan, tekstur tanah, bahan, relief/lereng, dan penggunaan lahan menjadi faktor pertimbangan dalam penentuan daerah rawan longsor. Hasil dari pemetaan divalidasi dengan distribusi kejadian longsor di daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 40% di wilayah Kecamatan Kaligesing merupakan daerah rawan longsor dengan kategori sedang, 30,05% merupakan daerah rawan dengan kategori sangat rawan, dan hanya 20.78% dengan kategori kurang rawan.

Kata kunci: Longsor, SIG, AHP, Kaligesing

Category: Karya Ilmiah Dosen

About the Author ()

Leave a Reply